Nelayan dan Kemiskinan

Nelayan Bugis Sumpang Minangae


Indonesia merupakan sebuah negara yang tumbuh, terbangun dan berkembang dengan memiliki predikat kesuburan wilayah, baik wilayah daratan (tanah) yang kaya akan beragam tanaman yang dapat dijadikan kebutuhan langsung manusia maupun bukan merupakan kebutuhan langsung, terlebih lmber hayati laut bagi manusia. Wilayah lautnya pun justru menjadi pembatas antar satu pulau dengan pulau lainnya yang diketahui posisinya terbentang dari Sabang hingga Marauke. Kepemilikan wilayah laut yang dikatakan memiliki nilai plus dari wilayah daratan oleh karena kandungan biota lautnya yang dapat tampil menjadi tulang punggung atau penopang perekonomian negara secara menyeluruh, termasuk sebagai sasaran setiap orang atau kelompok masyarakat dalam rangka menyiasati tuntutan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Artinya, dengan kekayaan kandungan sumber daya laut, justru dikatakan cukup representatif sebagai lahan atau ruang olahan setiap pendukungnya dalam rangka menjaga kelangsungan hidup setiap warga masyarakatnya, khususnya terhadap masyarakat sebagai pendukung masing-masing sektor, dalam hal ini masyarakat nelayan yang berjuang menghidupi keluarganya dengan berangkat pada penerapan pola pencaharian atau strategi yang berbeda namun dengan satu tujuan adalah mencari nafkah hidup.

 

SKU: 9789795302377 Kategori: Tag: , ,

Detail

ISBN

978-979-530-237-7

Tata Letak

Muhammad Ihlasul Amal

Desain Sampul

Muhammad Ihlasul Amal

Halaman

x + 130

Cetakan

I, 2019

Penerbit

Unhas Press

Bahasa

Indonesia

Tanggal Terbit

Penulis

Fatmawati P.

Fatmawati P.

Lahir di Soppeng pada 31 Desember 1967. Memperoleh gelar sarjana ekonomi tahun 1991. Jabatan fungsional saat ini adalah peneliti pertama pada Balai pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Hasil penelitian yang telah diterbitkan antara lain; Menre Bola Baru: Sebuah Upacara Tradisional Orang Bugis Joppeng (Jurnal 2014), Nilai-nilai dalam Upacara Assunna pada Masyarakat Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan (Jurnal 2015), Persepsi Masyarakat Soppeng terhadap Makam Penyiar Islam di Kabupaten Soppeng (Jurnal 2016), Sekuritas Sosial Petani Padi Sawah di Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat (Jurnal 2017).

Syamsul Bahri

Syamsul Bahri

Lahir di Rappang 18 September 1960, saat ini merupakan pegawai negeri sipil di Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud. Saat ini dengan Jabatan Fungsional Ahli Peneliti Madya, banyak melakukan penelitian serta aktif sebagai peserta dalam seminar-seminar kebudayaan. Hingga sat ini telah menghasilkan lebih kurang 8 buah buku yang banyak berbicara dalam konteks Kebudayaan. Beberapa penghargaan satya lencana dalam bidang pengabdian telah diperolehnya. Menyelesaikan program Doktoral di Universitas Hasanuddin dalam bidang kajian Antropologi, penulis sering menjadi pemateri dalam kegiatan-kegiatan akademis yang membahas masalah kebudayaan terkhusus dalam kajian maritim.

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, segala puji bagi-Nya, pemilik samudra pengetahuan, penguasa alam raya, zat yang senantiasa memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada seluruh semesta.

Buku ini merupakan hasil dari penelitian di wilayah Sumpang Minangae di Kota Parepare. Salah satu wilayah dengan mata pencaharian nelayan terbesar di kota tersebut. Melalui buku ini, pembaca akan diantarkan mengarungi kehidupan para nelayan yang digambarkan secara sistematis.

Pembahasan buku ini akan dimulai pada landasan buku ini disusun sebagai fondasi dalam penyusunan buku ini. Kemudian, pembaca akan melihat bagaimana realitas yang terjadi pada masyarakat Simpang Minangae dari berbagai aspek, seperti sistem nilai dan kebudayaan yang berkembang, relasi antara nelayan dan kemiskinan di wilayah tersebut, keterlibatan pemerintah dan relasinya kepada masyarakat, hingga bagaimana sistem nilai budaya yang berkembang menjadi solusi atas permasalahan sosial yang terjadi di Sumpang Minangae.

Kami berharap buku ini dapat menjadi pemantik yang mampu membangun kesadaran berpengetahuan para pembacanya. Sehingga pada akhirnya kitapun bisa menjadi sadar akan realitas-realitas yang terjadi di sekeliling kita. Mari kita bersama merefleksikan realitas yang hadir, yang mungkin dan akan menjadi salah satu pengalaman dan pengetahuan yang penting digunakan dalam proses-proses berpengetahuan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Nelayan dan Kemiskinan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *